Seorang pembunuh yang ingin berubah menjadi baik pun dirahmati Allah tekad jihadnya

By Dana Anwari. Allah Maha Mengetahui apa yang tersembunyi di dalam hati hamba-Nya. Setiap keinginan kita untuk berubah menjadi orang yang lebih baik dalam mematuhi kebenaran firman-Nya dan keteladanan nabi-Nya, Nabi Muhammad saw, sungguh dihargai-Nya.

Insya Allah, surga-Nya menanti kita bila kita ikhlas berjihad di jalan-Nya yang lurus dan terang. Bukannya berjihad demi kehormatan diri, kesenangan diri atau demi menyandang citra kepahlawanan. Tetapi ikhlas berjihad demi keagungan agama-Nya yang sempurna, agama tauhid yang telah disempurnakannya bagi umat Nabi Muhammad saw: Islam.

Simaklah hadis Nabi Muhammad saw yang diriwayatkan Abu Said Al-Khudri ra, dicatat dalam Kitab Shahih Bukhari dan Muslim (1581): Bahwa Nabi saw. bersabda: Di antara umat sebelum kamu sekalian terdapat seorang lelaki yang telah membunuh sembilan puluh sembilan orang. Lalu dia bertanya tentang penduduk bumi yang paling berilmu, kemudian dia ditunjukkan kepada seorang pendeta.
Dia pun mendatangi pendeta tersebut dan mengatakan, bahwa dia telah membunuh sembilan puluh sembilan orang, apakah tobatnya akan diterima?
Pendeta itu menjawab: Tidak!
Lalu dibunuhnyalah pendeta itu sehingga melengkapi seratus pembunuhan.


Kemudian dia bertanya lagi tentang penduduk bumi yang paling berilmu lalu ditunjukkan kepada seorang alim yang segera dikatakan kepadanya bahwa ia telah membunuh seratus jiwa, apakah tobatnya akan diterima?
Orang alim itu menjawab: Ya, dan siapakah yang dapat menghalangi tobat seseorang! Pergilah ke negeri Anu dan Anu karena di sana terdapat kaum yang selalu beribadah kepada Allah lalu sembahlah Allah bersama mereka dan jangan kembali ke negerimu karena negerimu itu negeri yang penuh dengan kejahatan!
Orang itu pun lalu berangkat, sampai ketika ia telah mencapai setengah perjalanan datanglah maut menjemputnya.
Berselisihlah malaikat rahmat dan malaikat azab mengenainya. Malaikat rahmat berkata: Dia datang dalam keadaan bertobat dan menghadap sepenuh hati kepada Allah.
Malaikat azab berkata: Dia belum pernah melakukan satu perbuatan baik pun.
Lalu datanglah seorang malaikat yang menjelma sebagai manusia menghampiri mereka yang segera mereka angkat sebagai penengah. Ia berkata: Ukurlah jarak antara dua negeri itu, ke negeri mana ia lebih dekat, maka ia menjadi miliknya.
Lalu mereka pun mengukurnya dan mendapatkan orang itu lebih dekat ke negeri yang akan dituju sehingga diambillah ia oleh malaikat rahmat.


Bagaimana dengan Hitler yang membunuh ratusan orang? Bagaimana pula dengan para penguasa yang membunuh orang di masa kekuasaannya? Dan bagaimana juga nasib penjahat yang membunuh karena kesenangan, terpaksa, atau balas dendam?
Sekali lagi, Allah Maha Mengetahui apa yang tersembunyi di dalam hati setiap hamba-Nya. Apakah para pembunuh atau orang yang terpaksa membunuh itu memang sudah berniat untuk bertobat dan kembali ke jalan-Nya? Tidak perlu orang lain yang tahu tekad baik mereka, cukup Tuhan saja. Karena Allah, Tuhan kita, adalah seadil-adilnya makhluk. Dialah Dzat Yang Maha Adil. Keadilan manusia belum tentu sama dengan keadilan Allah.
Mau tahu bagaimana keadilan Allah? Simaklah dari Al Quran dan Hadis Rasulullah saw.

http://suksesberubah.blogspot.com
*

No comments: