Belum berhasilnya kita berubah menjadi baik karena godaan setan masih belum bisa kita lawan

By Dana Anwari. Bila kita belum juga berhasil berubah menjadi baik, bukan karena Tuhan sedang menguji kita. Tetapi karena setan sedang bertambah semangatnya mengganggu kita agar diri kita tidak menjadi lebih beriman dan bertakwa.
Jadi jangan salahkan Allah. Salah satu sifat baik Allah (asmaul husna) adalah al-Quddus (The Holy/Allah Maha Suci). Terlalu suci Allah untuk disalahkan karena diri kita belum juga berubah menjadi orang baik: beriman dan bertakwa.

Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nya lah kamu dikembalikan. (QS Yasin:83)
Allah itu Maha Suci. Pengetahuan-Nya terhindar dari keteledoran. Kepemilikan-Nya terhindar dari kemungkinan untuk disamai atau direbut tuhan yang lain. Kehendak-Nya terhindar dari tidak memiliki hikmah dan manfaat.

Marilah menyadarinya sehingga kita bisa memahami firman-Nya: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (QS Al Baqarah:32)
"Glory to Thee, of knowledge We have none, save what Thou Hast taught us: In truth it is Thou Who art perfect in knowledge and wisdom."

Allah mau membantu kita berubah menjadi lebih baik bila kita mau menjadi orang yang dimaui-Nya untuk berubah menjadi baik.

Profesi penyanyi itu mengandalkan keindahan vokalnya. Apakah menyanyi harus bergaya seronok agar bisa mendapatkan banyak rezeki? Apakah bila menyanyi tanpa pose seronok lalu Allah akan memberi penyanyi itu rezeki yang sedikit? Tentu tidak, bukan?

Apakah berdagang harus dengan menipu agar bisa mendapatkan untung? Apakah bila berdagang tanpa menipu lalu Allah tidak akan memberikan keberuntungan-Nya? Tentu tidak! Ataukah Anda akan menjawab: "Tidak tentu!"


Allah akan membuka pintu hati kita untuk menerima ajaran agama-Nya yang lurus bila kita ingin berubah diri menjadi lebih beriman dan bertakwa kepada jalan-Nya yang lurus.
Bila kita merasa beriman dan bertakwa tetapi bukan kepada jalan agama-Nya yang lurus, apakah kita sudah melakukan perbuatan yang dikehendaki-Nya?
Bila kita saja tidak berkehendak menjadi seperti yang dimaui-Nya, bagaimana Tuhan bisa menyukai kita untuk membukakan pintu hidayah agama-Nya di dalam hati kita?
Lalu, masihkah kita menyalahkan Allah, padahal hidup kita yang berantakan diakibatkan ketidak-mampuan kita melawan godaan setan yang selalu mengajak kepada jalan yang bengkok?

Dan mereka (orang-orang musyrik) menjadikan jin itu sekutu bagi Allah, padahal Allah-lah yang menciptakan jin-jin itu, dan mereka membohong (dengan mengatakan): “Bahwasanya Allah mempunyai anak laki-laki dan perempuan”, tanpa (berdasar) ilmu pengetahuan. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari sifat-sifat yang mereka berikan. (QS Al Anam:100)
Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudaratan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan, dan mereka berkata: “Mereka itu adalah pemberi syafaat kepada kami di sisi Allah”. Katakanlah: “Apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya baik di langit dan tidak (pula) di bumi?” Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka mempersekutukan (itu). (QS Yunus:18)
Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata: “Allah mempunyai anak”. Maha Suci Allah; ia-lah Yang Maha Kaya; kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Kamu tidak mempunyai hujah tentang ini. Pantaskah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui? (QS Yunus:68)
Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Maha Suci Tuhan dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan. (QS Az Zumar:67) Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi. (QS Al A’la:1)

Cobalah mau memahami mau-Nya Allah dalam Al Quran. Agar hidup kita tidak berantakan. Agar hidup kita yang sesungguhnya "penuh keburukan" dan terlihat "penuh kebaikan" di mata kita menjadi terbuka tabirnya: bahwa yang selama ini kita anggap baik ternyata salah akibat setan membutakan mata hati kita.
suksesberubah.blogspot.com
*

No comments: